Meksiko Meraih Kemenangan Ketika Dijamu Oleh Amerika Serikat

Meksiko Meraih Kemenangan Ketika Dijamu Oleh Amerika Serikat

Meksiko Meraih Kemenangan Ketika Dijamu Oleh Amerika Serikat

bolacup.net – Meksiko Meraih Kemenangan Ketika Dijamu Oleh Amerika Serikat 2-1 dalam partai kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONCACAF, Sabtu (12/11/2016) pagi WIB.

Partai yang dihelat di Mapfre Stadium, Columbus, Ohio, Kartu kuning sudah keluar ketika laga baru berjalan 10 menit dengan Diego Reyes dari Meksiko yang diacungi kartu itu oleh wasit. Lima menit berselang giliran John Anthony Brooks dari AS yang dikartu kuning.

Baca Juga >>> Southgate Pastikan Rooney Pimpin Inggris Saat Hadapi Skotlandia

Meksiko kemudian juga memimpin lebih dulu lewat Miguel Layun di menit ke-20, memanfaatkan kesalahan Michael Bradley. Bola sepakan Layun sempat mengenai pemain lain sebelum melewati Tim Howard di bawah mistar gawang AS.

AS baru bisa menyamakan kedudukan lima menit memasuki babak kedua. Aksi dan penetrasi Jozy Altidore diakhiri dengan operan ke arah Bobby Shou Wood yang tak membuang peluang menyamakan skor.

Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir Meksiko memastikan kemenangan lewat Rafael Marquez. Bek berusia 37 tahun itu menanduk bola guna menjebol gawang AS di menit ke-89.

Meksiko harus menyudahi laga ini minus satu pemain setelah Carlos Salcedo menerima kartu kuning kedua. Secara keseluruhan, AS mendapat tiga kartu kuning dan Meksiko menerima empat kartu kuning plus satu kartu merah.

Dengan hasil tersebut Meksiko kini mengoleksi tiga poin dari satu pertandingan di fase akhir kualifikasi grup zona CONCACAF, bersama Kosta Rika dan Panama. AS belum meraih angka bersama Honduras dan Trinidad-Tobago. Tiga tim teratas grup di klasemen akhir akan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Southgate Pastikan Rooney Pimpin Inggris Saat Hadapi Skotlandia

Southgate Pastikan Rooney Pimpin Inggris Saat Hadapi Skotlandia

Southgate Pastikan Rooney Pimpin Inggris Saat Hadapi Skotlandia
Southgate Pastikan Rooney Pimpin Inggris Saat Hadapi Skotlandia

bolacup.net – Southgate Pastikan Rooney Pimpin Inggris Saat Hadapi Skotlandia. Gareth Southgate melihat tanda-tanda Wayne Rooney kembali ke permainan terbaiknya. Itu sebabnya dia tak ragu menunjuk Rooney memimpin Inggris saat melawan Skotlandia.

Southgate sebelumnya telah memastikan Rooney akan memimpin rekan-rekannya di tim nasional memasuki lapangan, kala menghadapi Skotlandia di Wembley, Sabtu (12/11/2016) dinihari WIB. Padahal di laga sebelumnya, manajer interim Inggris itu menepikan Rooney di laga kontra Slovenia.

“Basis keseluruhan dari pembicaraan kita soal laga lawan Slovenia bukanlah tentang keyakinan saya kepadanya sebagai pemain. Saya membuat keputusan yang saya rasa tepat untuk laga itu,” ujarnya terkait keputusan menepikan Rooney sebelumnya.

Baca juga: Bauza Janjikan Perubahan di Laga Argentina Berikutnya

Keputusan Southgate mengembalikan Rooney jadi starter diakuinya setelah melihat sejumlah perkembangan positif. Rooney tampil oke bersama Manchester United di dua partai terakhir.

Dia mencetak satu gol saat MU takluk 1-2 dari Fenerbahce di Liga Europa. Lalu membuat dua assist di partai Premier League kontra Swansea City pada akhir pekan. Southgate menilai Rooney sudah mulai kembali ke alur permainan terbaiknya.

“Bagian dari menjadi seorang profesional kelas top selama bertahun-tahun adalah Anda harus menghadapi momen-momen sulit. Ada laga-laga dan periode di mana Anda tahu sedang tak dalam kondisi terbaik, dan itu adalah laga-laga di mana Anda perlu bekerja keras dan memainkan peran untuk tim,” ujarnya.

“Lalu ada momen lain di mana Anda mulai mendapatkan alurnya dan segalanya terjadi lebih natural. Bagi saya, dia tampaknya sedang menuju ke periode itu, yang mana bagus untuk kami.”

“Dia sebelumnya (sebelum lawan Slovenia) tidak dalam alur bagus untuk permainan, tapi sejak saat itu menjalani lebih banyak laga. Saya tak tahu apakah sesuatu berubah di partai (MU) lawan Swansea. Dia menjalani dua kali 90 menit pekan lalu, mencetak gol dan membuat dua assist,” tandasnya.

Bauza Janjikan Perubahan di Laga Argentina Berikutnya

Bauza Janjikan Perubahan di Laga Argentina Berikutnya

Bauza Janjikan Perubahan di Laga Argentina Berikutnya
Bauza Janjikan Perubahan di Laga Argentina Berikutnya

bolacup.net – Bauza Janjikan Perubahan di Laga Argentina Berikutnya. Edgardo Bauza yakin Argentina masih memegang nasibnya sendiri untuk lolos ke Piala Dunia 2018. Dia menegaskan akan ada perubahan di laga berikutnya.

Argentina kalah telak 0-3 kala bertandang ke Brasil di Mineirao, Jumat (11/11/2016) pagi WIB. Gawang Albiceleste jebol tiga kali oleh Philippe Coutinho, Neymar, dan Paulinho.

Itu adalah kekalahan kedua Argentina setelah melawan Paraguay di pertengahan Oktober lalu. Secara keseluruhan, tim Tango sudah tanpa kemenangan di empat laga terakhirnya dengan dua kali kalah dan dua kali imbang.

Baca juga: Cuplikan Gol Kualifikasi Piala Dunia 2018: Brazil 3-0 Argentina

Hasil-hasil mengecewakan itu membuat posisi Argentina di klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL merosot. Mereka kini ada di posisi enam, satu setrip di bawah zona kelolosan, dengan nilai 16 dari 11 laga.

Memang masih ada tujuh partai lagi yang harus dilalui alias 21 poin untuk diraih. Namun Argentina jelas perlu segera berbenah. Bauza dengan tegas menjanjikan akan ada perubahan di laga berikutnya kontra peringkat tiga, Kolombia, Rabu (16/11).

“Kami masih punya banyak hal untuk dilakukan sebelum kualifikasi berakhir. Kami tahu bahwa kelolosan masih tergantung dengan apa yang kami lakukan,” kata Bauza.

“Partai melawan Kolombia akan berbeda,” tambahnya.

Cuplikan Gol Kualifikasi Piala Dunia 2018: Brazil 3-0 Argentina

Cuplikan Gol Kualifikasi Piala Dunia 2018: Brazil 3-0 Argentina

Cuplikan Gol Kualifikasi Piala Dunia 2018: Brazil 3-0 Argentina
Cuplikan Gol Kualifikasi Piala Dunia 2018: Brazil 3-0 Argentina

bolacup.net – Kemenangan telak Brasil atas Argentina di Kualifikasi Piala Dunia 2018 terasa semakin istimewa bagi Neymar. Sebuah pencapaian ditorehkan bintang Selecao itu.

Bertanding di Stadion Magalhaes Pinto, Belo Horizonte, Jumat (11/11/2016) pagi WIB, Brasil mempermalukan rival beratnya itu dengan tiga gol tanpa balas. Neymar menyumbang satu gol yang dibuatnya di penghujung babak pertama.

Diawali dari umpan terobosan Gabriel Jesus ke sisi kiri, Neymar menggiring bola hingga ke kotak penalti Argentina sebelum menaklukkan Sergio Romero dengan tembakan kaki kanan mendatar yang bersarang di tiang jauh.

Baca juga: Misi Brazil Saat Hadapi Argentina

ESPN menyebut, gol itu menandai bahwa Neymar kini sudah membuat 50 gol di level internasional dalam 74 penampilan. Dalam sejarah timnas Brasil, selain Neymar, hanya ada tiga orang lagi yang mampu mencetak setidaknya 50 gol yaitu Romario (55), Ronaldo (62), dan Pele (77).

Brasil membuka keunggulannya di menit 25 lewat gol cantik Philippe Coutinho usai meneruskan sodoran Neymar. Dominasi Brasil atas Argentina ditegaskan setelah Paulinho menuntaskan umpan Renato Augusto di menit 58.

“Hari ini kami mendorong diri sendiri, fans membantu sejak menit pertama dan kami pulang dengan amat gembira,” ungkap Coutinho usai pertandingan, yang dikutip dari Reuters.

Kemenangan ini mempertahankan rekor 100 persen Brasil sejak dilatih Tite, sekaligus menjaga posisi puncak klasemen zona Amerika Selatan dengan 24 poin. Sementara Argentina menempati peringkat keenam dengan 16 poin, tertinggal satu angka dari Ekuador di zona kelolosan otomatis.

Misi Brazil Saat Hadapi Argentina

Misi Brazil Saat Hadapi Argentina

Misi Brazil Saat Hadapi Argentina
Misi Brazil Saat Hadapi Argentina

bolacup.net – Misi Brazil Saat Hadapi Argentina. Brazil akan menjamu Argentina dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan. Bukan hanya demi menjaga laju positifnya, Brazil juga ingin merebut gengsi.

Pertandingan Brazil melawan Argentina akan dipanggungkan di Stadion Magalhaes Pinto, Belo Horizonte, Jumat (11/11/2016) pagi WIB. Sebelumnya, kedua tim berimbang 1-1 dalam ajang serupa yang digelar di Buenos Aires, Argentina pada 2015.

Menjelang laga bergengsi itu, Brazil dan Argentina memiliki situasi yang cukup berkebalikan. Sejak dilatih Tite yang menggantikan Dunga, Selecao sukses memenangi empat laga dengan menceploskan 12 gol dan hanya kebobolan satu gol sehingga kini memuncaki klasemen sementara dengan 21 poin.

Baca juga: Southgate Bela Rooney yang Dicemooh Suporter

Sementara Argentina justru terpuruk. Usai final Copa America Centenario, Albiceleste hanya sekali menang dalam empat pertandingannya dengan dua kali seri dan sekali kalah. Tim arahan Edgardo Bauza itu kini terlempar ke urutan kenam dengan tertinggal 5 poin dari Brazil.

Pemain senior Brazil, Dani Alves menyerukan supaya timnya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mendulang kemenangan. Tambahan tiga angka akan meringankan langkah Brazil menuju Rusia 2018.

“Kami akan mencoba dan memainkan sebuah pertandingan yang bagus untuk melanjutkan momentum. Perkembangan kami jangan sampai terputus,” ucap Alves di Sport. “Kami punya manajer dengan filosofi yang bagus dan kaya pengalaman dan kami sadar bagaimana konsep permainan kami.”

“Kalau kami menang, kami akan mengambil sebuah langkah besar dalam tujuan kami untuk lolos dan membuat Argentina berada di posisi yang sulit.”

“Brazil melawan Argentina tidak pernah menjadi laga biasa. Selalu ada motivasi ekstra, terlepas dari bagaimana situasi tim lawan. Ketika menjalani laga klasik, Anda tidak akan melihat papan klasemen,” lugas pemain yang memperkuat Juventus itu.

Southgate Bela Rooney yang Dicemooh Suporter

Southgate Bela Rooney yang Dicemooh Suporter

Southgate Bela Rooney yang Dicemooh Suporter
Southgate Bela Rooney yang Dicemooh Suporter

bolacup.net Southgate Bela Rooney yang Dicemooh Suporter. Manajer interim tim nasional Inggris, Gareth Southgate menyayangkan aksi suporter yang mencemooh Wayne Rooney dalam laga tandang kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa grup F.

Kendati kehilangan tempat pada starting XI Manchester United, Rooney masuk dalam starter timnas Inggris rancangan Southgate saat menjamu Malta, Sabtu (8/10/2016). Dalam laga itu, The Three Lions meraih kemenangan 2-0 atas tim tamu.

Rooney menjawab kepercayaan Southgate dengan membuat 5 percobaan dengan dua yang tepat sasaran dan 177 sentuhan bola. Oleh Whoscored, penampilan Rooney mendapatkan nilai yang lumayan 8,28, cuma kalah dari Dele Alli 8,29.

Baca juga: Selain Kaki Kirinya, Bale Juga Punya Lemparan Berbahaya

Tapi apes buat Rooney, dia gagal mendapatkan simpati publik. Rooney tetap panen cemoohan. Celaan itu menemui puncaknya saat Rooney mendapatkan nutmeg alias dikolongi pemain Malta.

Cemoohan kepada Rooney pun kian gaduh di sosial media.

Southgate membela Rooney. Dia mengatakan kalau Rooney tak semestinya mendapatkan kritik yang begitu tajam.

“Saya tak habis pikir, kenapa Wayne mendapatkan celaan. Dengan jumlah penampilan dan rekor gol dia untuk Inggris, saya heran mengapa dia mendapatkan cemoohan,” kata Southgate.

“Kritik kepadanya saat ini tak adil. Dia tetap bekerja keras dan menunjukkan kebanggaan sebagai kapten timnas,” tutur dia.

Selain Kaki Kirinya, Bale Juga Punya Lemparan Berbahaya

Selain Kaki Kirinya, Bale Juga Punya Lemparan Berbahaya

Selain Kaki Kirinya, Bale Juga Punya Lemparan Berbahaya
Selain Kaki Kirinya, Bale Juga Punya Lemparan Berbahaya

bolacup.net Selain Kaki Kirinya, Bale Juga Punya Lemparan Berbahaya. Tak usah diragukan lagi bagaimana kekuatan kaki kiri Gareth Bale. Tapi Bale juga punya “senjata rahasia” lainnya yakni lemparan ke dalam yang membahayakan pertahanan lawan.

Bale mengawali kariernya sebagai wing back kiri sebelum pelatih Tottenham Hotspur Harry Redknapp kala itu menempatkannya sebagai winger kiri karena naluri menyerangnya yang begitu tinggi.

Sudah banyak gol yang diciptakan dari kaki kiri Bale yang terbilang maut tersebut. Di Real Madrid saja, Bale sudah bikin 61 gol dari 131 penampilan di seluruh kompetisi.

Meski demikian, Bale juga piawai mencetak gol melalui kepalanya di mana salah satunya saat Madrid mengalahkan Atletico Madrid 4-1 di final Liga Champions pada musim pertamanya.

Baca juga: Graziano Pelle Nodai Citra Italia

Nyatanya bukan hanya kaki kiri dan kepala Bale yang berbahaya, tapi ada satu “senjata” lain yang dimiliki Bale yakni soal lemparan ke dalam yang kadang membuat lini pertahanan lawan kebingungan.

“Korban” teranyar adalah Austria di laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 kemarin. Dalam sebuah situasi lemparan ke dalam di pengujung babak pertama, bola yang dilempar Bale membuat kemelut di kotak penalti Austria dan berujung gol bunuh diri Kevin Wimmer yang membawa Wales memimpin 2-1.

Tak hanya itu, beberapa kali throw-in pemain 27 tahun itu juga merepotkan pertahanan Austria. Dulu semasa di Spurs pun, Bale pernah melakukan hal serupa yang juga berbuah gol untuk rekan setimnya.

“Saya mengikut apa kata manajer. Jika hal itu bisa membantu kami memenangi pertandingan atau mendapat sesuatu dari pertandingan tersebut seperti di Vienna, tentu saja sempurna – kami akan menggunakannya,” ujar Bale.

“Saya rasa itu senjata rahasia kami lainnya dan jika kami membutuhkannya, maka kami akan memakainya,” sambung Bale.

Sayangnya Wales gagal menang setelah Austria menyamakan skor jadi 2-2 yang bertahan hingga laga berakhir. Selanjutnya, The Dragons akan menghadapi Georgia di Cardiff, Minggu (9/10) malam WIB nanti.

Graziano Pelle Nodai Citra Italia

Graziano Pelle Nodai Citra Italia

Graziano Pelle Nodai Citra Italia
Graziano Pelle Nodai Citra Italia

bolacup.net Graziano Pelle Nodai Citra Italia. Graziano Pelle telah dicoret dari skuat timnas Italia akibat perilakunya yang dianggap kurang sopan. Menurut pelatih Italia, Giampiero Ventura, Pelle telah menodai citra Gli Azzurri.

Pelle dicoret dari skuat karena menolak bersalaman dengan Ventura saat ditarik keluar pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Spanyol, Kamis (6/10/2016) lalu. Striker milik Shandong Luneng itu tampaknya tidak senang dengan keputusan Ventura mengganti dirinya.

Saat Pelle berjalan menuju bangku cadangan, Ventura mengulurkan tangannya dan mengajak berjabat tangan. Tapi, Pelle berlalu begitu saja dan mengabaikan sang pelatih.

Baca juga: Cahill Terancam Akan Absen Akibat Sakit Tenggorokan Melawan Malta

Meski Pelle sudah meminta maaf atas perilakunya itu, Ventura dan Federasi Sepakbola Italia (FIGC) memutuskan untuk tak memakai tenaga striker berusia 31 tahun itu pada pertandingan melawan Makedonia, Minggu (9/10) mendatang.

“Saya pikir itu menunjukkan kurangnya rasa hormat, bukan cuma kepada saya tapi juga kepada tim dan kostum Azzurri,” ujar Ventura.

“Itu adalah perilaku yang tak bisa diterima. Dia menodai citra sebuah tim yang tampil sangat baik di Piala Eropa 2016. Tim ini punya dasar nilai-nilai yang kuat,” katanya.

“Keputusan ini bukanlah masalah pribadi,” tutur Ventura.